Badan Intelijen Prodek (BIP) | ‘Ekskul’ Unik SMAN 2 Tangerang Selatan

“Everyone sees the glory moments, but they don’t see what happens behind the scenes.” – Allyson Felix

Setiap sekolah punya event. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Classmeeting, Peringatan Hari Kemerdekaan, Cup tahunan, just to name a few. Setiap event tentu punya panitia. Mulai dari Ketua Pelaksana, Sekretaris, Bendahara, Seksi Acara, Seksi Konsumsi, Seksi Humas, Penanggung Jawab, Seksi Dokumentasi, dan banyak nama lainnya. Hari ini kita fokus satu, yaitu kumpulan orang yang selalu bekerja di belakang layar dan mendukung jalannya event tanpa harus mendapat pujian: Seksi Properti dan Dekorasi (Prodek).

To be fair, setiap panitia, apapun bagiannya, adalah sama pentingnya untuk menyukseskan sebuah event. Semuanya ikut kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas untuk memastikan agar event yang mereka lakukan dapat menjadi suatu kebanggaan yang selalu diingat oleh semua orang.

Peran prodek adalah menjadi ‘kaki-tangan’ bagi panitia lain. Singkatnya, merekalah yang paling banyak kerja lapangan. Jika Acara butuh sound system maka Prodeklah yang menyiapkan. Jika Humas ingin banner dipasang di atas pohon tinggi niscaya ditaklukkanlah pohon itu oleh Prodek. Jika sang Ketua butuh 15 meja dan 30 kursi di Aula lantai 2 dari kelas-kelas di lantai 1, bergerilyalah para Prodek.

Walau permintaan kerja fisik yang berat, hanya sedikit orang yang melihat. Para pengunjung yang datang ke closing Moonzher Cup tidak akan melihat keringat dan hembusan nafas berat Prodek namun mereka akan melihat hasil dari seluruh kerja keras semua panitia Moonzher Cup yang terfokus pada panggung besar itu.

Secara pribadi, gua merasakan betapa bedanya bekerja sebagai Prodek daripada bekerja sebagai seksi-seksi lain. Selain melakukan kerja fisik yang intensif, gua juga merasakan eratnya rasa persaudaraan antaranggota Prodek yang berasal dari rasa seperjuangan: sama-sama capek, sama-sama lelah, sama-sama butuh makan.

Prodek adalah seksi di mana para anggotanya benar-benar nggak boleh egois dan harus punya rasa tanggungjawab yang tinggi. Ketika para anggota lain lagi ngangkat belasan meja, ya lu nggak boleh cuma duduk-duduk aja mantengin mereka. Ketika yang lain lagi kerja, lu nggak boleh tiba-tiba pergi seenaknya. Rasa kepedulian dan kepekaan lu bakal diuji.

Badan Intelijen Prodek (BIP) berawal dari Seksi Prodek untuk MPLS Angkatan 32. Rencana pembuatan BIP pertama kali dikemukakan oleh Benaya Caesario Perdana (XII MIPA 2, Angkatan 30) dengan tujuan untuk mempererat lagi para kaum Prodek yang telah berkontribusi besar untuk suksesnya MPLS tahun 2017. Ide ini disambut baik oleh para anggota yang lain. Walaupun begitu, ide untuk membuat sebuah organisasi khusus Prodek dicetuskan pertama kali oleh Seksi Prodek MPLS Angkatan 31 dengan nama Moonzher Prodek Society (MPRS), tetapi tidak ada perkembangan setelah itu.

Agar pembentukan BIP ini nggak cuma ‘wacana’ dan keliatan lebih resmi, maka dibuatlah berbagai rencana, seperti pembuatan logo, motto, baju, topi, bendera, dll. Selain anggotanya yang berasal dari Seksi Prodek MPLS, beberapa orang dari luar seksi juga diikutsertakan untuk menjadi anggota BIP. Orang-orang ini adalah mereka yang telah aktif menjadi Prodek di kegiatan-kegiatan lain, seperti Moonzher Cup dan Wisuda.

 

Pada akhirnya, para anggota BIP berjumlah 50 orang yang terdiri dari berbagai elemen siswa, mulai dari Ketua OSIS, Wakil Ketua OSIS, Wakil Ketua MPK, para Koorbid OSIS, para Ketua Ekskul dan anggota ekskul. Dalam BIP, tidak ada struktur organisasi yang khusus. Mengutip dari Mikhail Ghani Ar-Rasyid (XII MIPA 7, Angkatan 30, Koordinator Seksi Prodek Moonzher Cup 2017), “Kita semuanya sama di sini (Prodek), semuanya sama-sama capek.”

Setelah menyadari keberadaan ‘ekskul’ baru ini, Abdillah Valin (XII IPS 2, Angkatan 30, Ketua OSIS SMAN 2 Tangsel 2016-2017), menunjuk BIP sebagai Seksi Prodek Jambore Ekskul 2017 dengan koordinatornya Alsa Setya Maulariksa (XII MIPA 7, Angkatan 30). Jambore Ekskul adalah kegiatan tahunan OSIS SMAN 2 Tangsel di mana para perwakilan setiap ekskul dan pengurus OSIS-MPK akan bertemu dan berinteraksi bersama selama 2 hari 1 malam untuk menjalin keakraban. Ini menjadi tugas perdana BIP serta yang terakhir bagi Angkatan 30. Setelah ini, Angkatan 30 tidak lagi berpartisipasi dalam kepanitiaan kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh OSIS-MPK. Agak dramatis gitu emang.

Bendera BIP kemudian dikibarkan bersama bendera-bendera ekskul lain di acara pembukaan Jambore Ekskul. BIP pun juga kebagian foto yang nanti akan dipasang di Buku Tahunan Siswa (BTS) Angkatan 30 bersama dengan ekskul-ekskul lain. Ini menunjukkan bahwa eksistensi BIP sudah semakin mantap dan dikenal oleh warga sekolah.

Akhir kata, BIP hadir untuk meningkatkan semangat dan etos kerja bagi para Prodek yang bekerja agar mereka mau bekerja sepenuh hati dan memiliki kebanggaan tersendiri. BIP adalah kumpulan para lelaki yang mau ngangkat meja bareng, mungut sampah bareng, kerja lembur bareng, capek bareng, dan kotor-kotoran bareng. Ketika lo dateng ke sebuah acara di manapun, berhentilah sejenak untuk mengapresiasi kerja orang-orang di belakang layar yang rela menghabiskan tenaga mereka untuk menyukseskan acara itu.

“Pantang kelar sebelum kekar!” – Motto BIP

BIP_171028_0034

Follow ya Instagram BIP di @bip_offcial

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s