One Piece | Evaluasi AL #2 – Respon Masalah

<– Evaluasi AL #1 | Imigrasi Bajak Laut

Mari kita lanjutkan membahas tentang Angkatan Laut bodoh ini.

Masalah imigrasi bajak laut dari lautan Blue ke Grand Line atau dari Grand Line ke New World bukanlah yang terpenting yang harus diatasi oleh Angkatan Laut. Iya penting tapi ada yang lebih penting lagi.

Apakah personil Angkatan Laut telah mengambil langkah tepat dalam mengatasi para bajak laut tersebut?

Tindakan mengatasi yang sering dilakukan oleh para bajak laut adalah pertempuran, konfrontasi atau perlawanan secara langsung antara personil Angkatan Laut dengan para bajak laut tersebut.

Apakah sudah berhasil baik? Apakah responnya sudah tepat?

Monkey D. Luffy masih hidup. Nilai merah untuk Angkatan Laut.

Iya iya gue denger lu semua ngeluh, “Lah kan Luffy emang jago””Kan Luffy sama satu krunya kuat-kuat” “Luffy kan tokoh protagonis”

Keluhan terakhir nggak bisa gue apa-apain tapi alasan yang pertama dan kedua bukanlah alasan bagi Angkatan Laut ketika ditanya kenapa Monkey D. Luffy masih hidup.

Kita tau bahwa Bajak Laut Topi Jerami sudah AMAT SERING berurusan dengan Angkatan Laut bahkan Pemerintahan Dunia: mengalahkan 3 Shichibukai serta antek-anteknya, membogem seluruh anggota CP9, bertanggungjawab atas kehancuran Enies Lobby, ngerusuh di Impel Down serta di Marineford. Kalo kita semua pake logika, kalo gue jadi Admiralnya atau Admiral Armadanya, ini kelompok bajak laut, udah nggak bisa gue biarin lagi.

Enies Lobby Infobox

Kejahatan terbesar Bajak Laut Topi Jerami (secara keseluruhan sebagai satu kru), menurut gue, adalah bertanggungjawab atas aksi di Enies Lobby. Bukan main-main, Enies Lobby bisa dibilang merupakan suatu tempat terpenting bagi Angkatan Laut dan Pemerintahan Dunia karena di sini adalah pusat kekuasaan yudikatif Pemerintahan Dunia sekaligus markas CP9. Ada sekitar 10.000 personil Angkatan Laut di sana ditambah CP9 dan berani-beraninya, Bajak Laut Topi Jerami memimpin serangan atas tempat itu.

Gila ga.

Dan karena serangan itu juga, Enies Lobby menjadi hancur lebur akibat Buster Call yang nggak sengaja dipencet Spandam namun akhirnya bertujuan untuk mencegah kaburnya Nico Robin serta mengalahkan seluruh anggota Bajak Laut Topi Jerami.

Hasilnya? Bajak Laut Topi Jerami masih bisa ngalahin satu Shichibukai lagi.

You know, kejahatan kayak gini, yang HAMPIR SEMUA bajak laut nggak berani ngelakuin, kudu dianggep serius oleh Angkatan Laut dan bahkan Pemerintahan Dunia. Bayangin aja gedung MA, MK dan KY di Indonesia dibom ampe hancur.

Setelah itu apa tindakan spesial yang dilakukan Angkatan Laut untuk Bajak Laut Topi Jerami? Nggak ada bos, cuma ningkatin nilai kepala di masing-masing anggota kru. Kirim Admiral kek ato gabungan Vice-Admiral kek.

INI BAJAK LAUT BAHAYA WOY. B. A. H. A. Y. A.

Angkatan Laut baru nganggep serius Bajak Laut Topi Jerami setelah Luffy nampol salah satu Celestial Dragons. Kirim tu Admiral.

Gila. Prioritasnya ASTAGA.

Bukan masalah prioritas juga, kelemahan terbesar hampir semua personil Angkatan Laut (apalagi yang peringkatnya tinggi) adalah kecenderungan untuk meremehkan lawan. Sudah berapa kali Luffy ora mati gara-gara lawannya, setelah membuat dia terluka berat sampai nggak bisa bertahan lagi, bukannya ngehabisin alias ngebunuh, malah ditinggalin karena mereka beranggapan, “Lu udah lemah sekarang, entar juga bakal mati. Gue udahan dulu ya, ada hal yang nggak-terlalu-mendesak tapi gue pengen cepet-cepet aja”

Contoh yang paling mencolok adalah ketika Luffy berhadapan dengan Crocodile. Dari tiga kali berantem, Crocodile sudah dua kali memenangkan pertandingan sampai pada titik dimana Luffy dalam keadaan kritis: ditusuk menggunakan kait dan di’keringkan’ atau di’hidrasikan’ menggunakan kekuatan Suna Suna no Mi-nya. Bukannya memastikan agar Luffy benar-benar sudah mati, Crocodile memilih untuk meninggalkan Luffy setelah yakin bahwa Luffy tidak akan hidup setelah melewati masa kritis itu.

Oke, mungkin di sini Luffy masih dianggap bajak laut ‘amatir’ sehingga boleh lha, diremehin tetapi fakta bahwa seorang Shichibukai dikalahkan oleh seorang bajak laut yang baru-masuk-Grand-Line harusnya menjadi pukulan keras bagi Angkatan Laut maupun Pemerintahan Dunia.

Setelah Luffy mengalahkan Gekko Moriah pun.. no extreme actions. Ini adalah masalah kredibilitas Angkatan Laut dan Pemerintahan Dunia sebagai pelindung dan pengayom masyarakat serta penaat keadilan, ketika dua orang Shichibukai dikalahkan oleh satu orang yang sama maka di situ, HARUSNYA, ada tindakan ekstrem untuk mengatasi bajak laut ini. Makin lama bajak laut ini dibiarkan maka siapa tau, akan kembali jatuh korban dari pihak Angkatan Laut.

Meningkatkan nilai kepala para bajak laut pada dasarnya adalah untuk meningkatkan tingkat bahaya dari bajak laut tersebut bukan semata-mata sebagai hadiah bagi orang-orang yang berhasil mengalahkannya namun jika nilai seorang bajak laut sudah lebih dari ratusan berry, Angkatan Laut harus melakukan tindakan khusus bagi mereka karena gue yakin, udah nggak ada lagi yang bisa mengatasi mereka kecuali Angkatan Laut sendiri.

Selama kita mengikuti perjalanan Bajak Laut Topi Jerami, reaksi dan respon dari Pemerintahan Dunia serta Angkatan Laut masih sangatlah minim. Kesalahan terbesar Angkatan Laut adalah meremehkan bajak laut yang ternyata setelah dibiarkan, menajadi kru bajak laut yang luar biasa kuat yang sudah sulit diatasi oleh Angkatan Laut sendiri.

Setelah Angkatan Laut sudah mulai peka terhadap masalah bajak laut itu maka pertanyaan selanjutnya muncul: Peka udah oke tapi apakah aksinya sudah efektif?

Evaluasi AL #3 | Konfrontasi, Pertempuran dan Strategi –>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s