Jangan Heran Pulpen Hilang | #6 Tasya’s POV

Previous : Jangan Heran Pulpen Hilang – #5 Dita’s POV

(di hari itu saat istirahat…)

Tasya’s POV

“Jadi.. gimana Ror?” tanya gue ke Rory saat kita berdua makan berdua di dalam kelas.

“Yah, gitu deh. Dikit petunjuknya. Gue agak bingung juga” katanya terlihat tidak bersemangat. Jelas, dia sudah bertanya-tanya ke setiap orang yang menurut dia menjadi terduga namun hasilnya, nihil.

“Gue juga bingung si, Agata kan selalu make pulpennya. Kedengarannya aneh dia seceroboh itu ngasih pulpen kesayangannya ke orang lain” kata gue sepemikiran dengan Rory.

“Gue menduga kalo pulpen itu hilang pas ulangan Fisika. Entahlah. Mungkin jatoh, mungkin dicipet” jelas dia lagi.

“Nggak mungkin, Ror. Gue duduk di sebelah Agata dan dari awal sampe akhir, dia nggak kebingungan nyari pulpen kesayangannya. Pulpennya nggak jatoh berarti. Dia selalu nulis lancar-lancar aja” jelas gue.

Lalu ada keheningan di antara kita berdua.

“Lo ada pulpen nggak?” tanya Rory tiba-tiba.

“Ada, buat apa?” tanya gue sambil membuka kotak pensil.

“Buat ngisi daftar absensi. Si Anne sama Diah nggak masuk hari ini jadi gue deh yang harus ngisi” kata dia terdengar malas.

“Iya ya, bisa-bisanya sekretaris sama wakilnya nggak masuk di hari yang bersamaan” kata gue sambil bingung mencari pulpen di dalam kotak pensil.

“Hm, pulpen gue.. maksud gue, pulpen Agata kayaknya ilang deh. Anjir ke mana ya?” kata gue sambil masih mencari.

“Parah lo. Agata udah kehilangan satu pulpen lah ini lu lagi ngilangin” Rory malah bikin tambah panik.

Setelah gue yakin pulpennya Agata nggak ada di kotak pensil gue, gue mencarinya di kotak pensil milik Agata.

Siapa tau gue dia udah ngambil tanpa sepengetahuan gue.

“Nah ini dia! Ternyata udah dia ambil” kata gue dengan bahagia sambil memberikan pulpen itu ke Rory.

“Emang bener ini pulpen yang lo pinjem?” tanya Rory.

“Iye, Pilot item. Masih inget gue” jawab gue pede.

Rory keliatan memikirkan sesuatu.

“Bentar deh” kata Rory sambil berdiri kemudian duduk di tempat duduk Agata. Dia lalu terlihat mencari-cari sesuatu di dalam kotak pensil milik Agata.

“Ngapain cuy?” tanya gue penasaran.

Dia tak menjawab. Lalu dia mengambil secarik kertas kecil dari dalam kantongnya. Melihatnya sambil mencari-cari sesuatu.

“Itu kan daftar pulpennya Agata. Mau diapain?” tanya gue bener-bener penasaran.

Rory tak menjawab. Tiba-tiba dia berhenti lalu berkata ke gue.

“Ada satu pulpennya Agata yang hilang”

“Kurang satu? Hadeh tambah ribet lagi dah. Sekarang kita harus nyari pulpen kesukaan Agata dan pulpen yang hilang itu”

“Woles, kalo yang ini mungkin lebih gampang. Gue dah dapet daftar orang yang minjem pulpennya Agata, ada 5. Ja-”

“Pulpennya Agata bukannya seharusnya ada 6?” tanya gue.

Rory melihat kertasnya.

“OHYA! Eh… di sini ada 5 kok” katanya sambil masih bingung sendiri.

“Oh? Yaudah bagus” kata gue lega. “Berarti kita nggak harus nyari 3 pulpen sekaligus”

Lalu, tiba-tiba Bram dateng ke kita.

“Gue denger lu pada lagi nyari tau siapa yang nyuri pulpennya Agata?” tanyanya.

“Hm, nggak nyuri sih kayaknya. Tapi ya intinya gitu lah. Pulpennya Agata ilang” jawab Rory.

“Ohh” jawabnya singkat.

Lalu ada keheningan di antara kita bertiga.

“Lo… nanya doang?” tanya gue.

“Iya” jawabnya singkat lagi.

“GUE KIRA LO MAU NGASIH TAU SESUATU YANG PENTING! ANJIR PHP BENER LO!” teriak gue marah-marah ke dia.

“Ya kan gue kepo aja. Hehe” kata sambil masang muka tak bersalah.

“Yaudah deh, lo dah di sini. Gue mau nanya. Boleh kan?” tanya Rory belaga detektif.

“Boleh-boleh” jawab Bram sambil duduk di depan gue.

“Lo minjem atau make pulpen Agata nggak kemaren?” Rory memulai interogasinya.

“Nggak, gue pake pulpen gue sendiri”

“Lo tau nggak seseorang yang mungkin make pulpennya Agata kemaren?”

“Yang dia suka itu?”

“Iya”

“Oh, gue aja nggak tau pulpen yang mana”

“Dari luar kayak pulpen biasa tapi yang bikin spesial adalah warna tabung tintanya yang warna-warni. Pernah liat?”

“Hmm, kayaknya nggak”

“Hadehh” Rory keliatan stres.

“Sorry ya gue nggak bisa bantu” kata Bram merasa bersalah.

“Iya nggak pa-pa kok. Bukan salah lo juga” kata Bram merasa bersalah.

“Woles aja kali” lanjut Rory.

“Hmm.. yaudah deh gue pergi dulu. Ohya Tas, lu tau nggak kenapa Pak Farhan kemaren manggil Agata?” tanya Bram.

“Dipanggil? Iya apa? Kapan?” tanya gue. Gue berusaha mengingat-ingat.

“Pas ulangan Fisika. 5 menit terakhir sebelum ulangan selese” jawab Bram.

Gue berusaha mengingat-ingat.

“Ohhh ituu. Iya. Gue nggak nanya sih. Dia habis dipanggil langsung buru-buru nyelesein soal. Dia kayaknya masih kurang beberapa soal” jelas gue.

“Ohh. Pak Farhan orangnya dah tua bener ya kayaknya” kata Bram.

“Iya lah. Gedeg gue. Kemarin seharusnya bahas PR malah ulangan. Gue pengen ngomong tapi takut gue nanti dilabrak Yohana sama Gaby. Serem” kata gue menjelaskan.

“Saking lupanya, tau nggak lu? Dia nggak bawa pulpen kemaren! Anjir dia tiba-tiba nanya gue kalo gue ada pulpen tambahan apa nggak. Gue pulpen aja cuma satu, yang gue pake buat ngerjain ulangan”

“Anjir, serius?” tanya Rory.

“Iya, Dita juga nggak punya. Dia kayaknya lupa ngisi catetan kelas kemaren padahal pelajarannya udah mau selesai”

“Lu nggak minjemin dia pas lu selesai?” tanya Rory lagi.

“Cuy, gue masih harus ngisi 5 soal lagi dan waktunya tinggal 5 menit!” kata Bram bersemangat.

Kita bertiga ketawa.

“Lagian ulangan mendadak ya. Gue juga hampir nggak selese itu” aku Rory.

“Iya-iya sama” aku gue juga.

“Wwkwk btw, lu liat Tessa? Gue mau ngembaliin bukunya dia” tanya Bram sambil menunjukkan sebuah buku.

“Tadi sih gue liat. Waktu di awal-awal istirahat. Dia kan mau ke luar sama Anne, tiba-tiba dia nanya ke gue di mana Agata. Waktu itu Agata dah keluar jadi gue jawab aja nggak ada”

“Ngapain dia nyari Agata?” tanya Bram.

“Ngembaliin pulpen. Dia nitip ke gue buat dikasih ke Agata” jawab gue.

Oke deh, selesai sudah cerita riddle ini. Semua peristiwa agak terputus-putus dan teracak di setiap POV tokoh dalam cerita jadi kalian mungkin harus bolak-balik bagian. Good luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s