Minecraft | Purpose

Yo, Minecrafters! Gue adalah salah satu pemain game ini (hmm, udah nggak lagi sih) dan gue suka game ini. Walaupun banyak orang bilang: graphic-nya jelek lah, nggak seru lah, but, tidak bisa dipungkiri bahwa Minecraft merupakan game ter-kreatif di dunia pada zaman sekarang ini. Fenomena Minecraft tidak begitu kelihatan di Indonesia namun di negara-negara barat, Minecraft menjadi fenomenal.

Dalam artikel ini, gue mau bahas hal yang mungkin agak menyedihkan atau memuramkan. Nah agar bisa mendapatkan feeling-nya, lu harus tau Minecraft terlebih dahulu.

Seorang Minecraft Youtuber, dengan akun bernama Nullatrum, pada tanggal 1 Desember 2013 memposting sebuah video bertemakan Minecraft yang berjudul “Is Real Life the Same as Minecraft?” Video yang kini telah mencapai jumlah 4 juta views menceritakan bagaimana Minecraft memiliki persamaan dengan dunia nyata. Bukan persamaan tentang blocks, mobs atau biomes, yang memang diambil dari dunia nyata namun hal yang lebih dalam dari itu…

.. tujuan hidup.

Jika lo main Minecraft, lo bisa tau kalo sebenernya nggak ada tujuan resmi atau tujuan asli dari game ini. Jika lo berpikir kalo tujuan dari lo main Minecraft adalah ngebunuh Ender Dragon maka lo salah. Tujuan Minecraft nggak hanya ngebunuh Ender Dragon karena setelah lu ngebunuh naga itu, lu tetep bisa main. Nggak ada Game Over di Minecraft (kecuali pake Hardcore Mode).

Ketika lo awal main, lu memutuskan untuk menebang pohon. Terus apa?

Habis itu, bikin rumah. Habis itu, lu memutuskan untuk menambang beberapa iron, redstone, gold dan diamond. Terus apa?

Oke, lalu lu memutuskan untuk bikin kastil yang gedeee banget. Terus apa?

Bentar, habis itu lu memutuskan untuk ngebunuh Ender Dragon…..

Terus apa?

Pertanyaan, “Terus apa? Terus apa?” akan selalu terpikir di otak sampai akhirnya kita berhenti bermain Minecraft. Tidak ada tujuan asli.

Apakah hidup juga begitu? Ya, tentu.

Lu sekarang memutuskan untuk sekolah dan mendapatkan ijazah. Terus apa?

Ohh, habis itu lu nyari kerja biar bisa dapet duit. Terus apa?

Oke, lalu lu memutuskan untuk mempunyai anak dan membeli rumah gede. Terus apa?

Bentar, lu memutuskan untuk hidup tenang di hari tua bersama cucu-cucumu.

Terus apa?

Pertanyaan, “Terus apa? Terus apa?” akan tetap berada di otak kita sampai akhirnya kita berhenti hidup.

Mati.

Baik dalam kehidupan nyata atau Minecraft, tidak ada tujuan asli. Lo bisa memutuskan sebuah tujuan sementara, seperti yang gue uraikan tadi.

Tapi kembali dalam konsep dasar, apa tujuan lo sebenernya?

Apa tujuan kita hidup di dunia ini?

Jangan dipikir bingung. Hidup ini memang tidak memiliki tujuan asli. Tidak seorangpun yang tau. Banyak ahli dan pakar di bidang ini yang terus bertanya-tanya mengenai tujuan kita hidup di dunia ini.

Layaknya Hukum Newton “Aksi-Reaksi”. Reaksi ada jika ada aksi. Semua hal yang terjadi di dunia ini ada alesannya. Hal-hal simple aja. Lu sekolah biar pinter dan nantinya bisa kerja. Lu mukul temen lo karena lo marah terhadap dia. Lu marah terhadap dia karena dia udah ngambil barang kepunyaan lo alias nyuri. Dia nyuri karena dia pengen barang lo. Dia pengen barang lo karena barang lo itu mahal. Barang lo mahal karena terbuat dari emas murni. Barang lo terbuat dari emas murni karena produsennya ingin membuat sesuatu yang baru. Produsennya ingin membuat sesuatu yang baru karena ia ingin memenangi pasar. Seterusnya, endless chain.

Karena itu, kita hidup pasti mempunyai sesuatu alasan, pertanyaan psikologis bukan sains.

Namun, jangan biarkan hal ini menjadi beban pikiran. Kebanyakan mikir kayak gini bisa membuat orang menjadi pesimis. “Buat apa cuci piring kalo nanti kotor lagi?”, “Buat apa belajar aljabar kalo nanti nggak dipake waktu dewasa?”, “Buat apa bangun tidur kalo nanti juga mati?”

“Isilah hidupmu, jangan sia-siakan!” adalah kata-kata yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan itu. Lu sendiri lah yang membuat tujuan-tujuan itu. Itu yang dinamakan cita-cita/ambisi/mimpi. Hal-hal itulah yang membuatmu semangat untuk menjalani hidup!

Maka jangan heran, sejak dini kita tidak tau apa cita-cita/ambisi/mimpi kita akan menjadi masalah di kemudian hari. Orang-orang yang begitu hanya seperti mengikuti jalan dan arusnya kehidupan.

“Seperti halnya ikan.
Dia terus melawan arus untuk mendapatkan tempat yang lebih baik lagi.
Sebab, hanya ikan matilah yang slalu mengikuti arus sungai.”

Kejarlah tujuan hidup lo walaupun lo harus melawan arus!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s