What is It Like to Have More Than 1 Family — Part 1

This is a school assignment. Holiday’s experience.

Saat hampir semua temen-temen gue cuma punya 1 keluarga, well, I have three!

Actually, gue cuma punya 1 keluarga, main family I would say, tapi ada 2 keluarga lagi yang bikin gue kayak jadi main family-nya mereka.

1209068_3437827841149_1006571134_n

Well folks, here are my families!

Sebenarnya ketiga keluarga ini adalah teman, tetapi nggak hanya sekedar temen. Kita mungkin lebih kepada saudara.

Keluarga gue, adalah Keluarga Supriyadi, terdiri dari Pak Supri, Bu Ida, gue dan kedua adik gue: Cia dan Kiara.

Keluarga Djamil, terdiri dari Om Hengky, Tante Lia, Tasya dan Frans. Tasya dan Frans juga bersekolah di sekolah yang sama kayak gue.

Keluarga Muljono, terdiri dari Om Hari, Tante Ana, Ryan dan Aris. Ryan dan Aris dulu waktu SD bersekolah di sekolah yang sama kayak gue, Tasya, Frans, Cia dan Kiara tapi lebih memilih untuk bersekolah di SMP yang berbeda.

Gue pengen cerita dikit tentang awal perkenalan ketiga keluarga ini yang diberi nama Pamali. Awal perkenalan dimulai dari kedua orangtua masing-masing keluarga. Waktu itu tahun 2000, ibu gue mengandung anak pertamanya, gue. Ibu gue akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta. Guess what? Ibu gue ternyata satu kamar dengan Tante Ana, yang sedang mengandung anak keduanya, Aris. Dari situlah orangtua gue dan orangtuanya Aris mulai berkenalan dan ngobrol ria sampai Tante Ana dipindahkan ke kamar lain.

Alhasil, gue lahir tanggal 22 sedangkan Aris lahir sehari setelahnya, tanggal 23 di bulan yang sama! You think this is cool? Wait, untill you read more.

Setelah awal perkenalan itu, orangtua gue dan orangtuanya Aris tidak pernah bertemu lagi. Sampai suatu misa di Gereja, bapak gue nggak sengaja liat Om Hari. Mereka bertemu lalu mikir-mikir di mana mereka pernah bertemu sampai Om Hari berkata nama rumah sakit tempat ibu gue dan Tante Ana dirawat, akhirnya bapak gue pun inget. “Ternyata kita satu Gereja” kata bapak gue.

Sejak saat itu, Om Hari, Tante Ana, bapak dan ibu gue mulai menjalin tali persahabatan. Mereka sering pergi bareng-bareng, senam lah, Gereja lah, makan-makan lah. Saat itu, gue nggak tau siapa itu Keluarga Muljono karena gue masih kecil dan belum dipertemukan dengan mereka. Gue aja pernah bilang ke bapak gue, “Pak, ibu pulang sama laki-laki lain tuh”. Bapak gue cuman tersenyum. Wong ibu gue pulang sama Om Hari kok. Wajar aja sih.

Ohya, terus gimana sama Keluarga Djamil? Et, sabar. Gue dan Aris berumur sama sehingga kita masuk bareng-bareng ke sebuah TK. Nggak sengaja gue ternyata sekelas sama Aris dan Tasya. That was the beginning.

Ibu gue dan Tante Ana yang sudah akrab sering ngobrol di sekolah saat menunggu anak mereka pulang. Akhirnya mereka berteman dengan Tante Lia, kemudian mulai akrab. Dari situlah, kami mengenal Keluarga Djamil.

Gue, Aris, Ryan, Tasya, Frans, Cia dan Kiara sama sekali nggak tau apa-apa kalau ternyata orangtua kita masing-masing udah bersahabat dengan akrab sampai akhirnya gue duduk di kelas lima. Ketiga keluarga kami bersama-sama berlibur ke Bali. Gue nggak begitu inget apakah itu saat pertama kali ketiga keluarga kami pergi bersama-sama atau pernah sebelumnya.

Sejak itu, gue, Aris, Tasya, Frans, Ryan, Cia dan Kiara mulai berteman. Kita deket satu sama lain tetapi kalau urusan di sekolah, kita pura-pura nggak tau satu sama lain padahal kalo udah pergi bareng bisa deket banget. Sampe sekarang pun begitu. Nggak heran kalo keluarga gue pergi dengan keluarganya Tasya lalu temen-temen gue bilang, “Kok bisa?” Wajar sih. Mereka nggak tau.

Kalau musim liburan telah tiba, Pamali pun akan pergi bersama-sama. Karena kebiasaan pergi bersama-sama itulah, kami tidak pernah berlibur sendiri-sendiri. Misalnya keluarga gue pergi ke Bangka sendiri, nggak akan tahan dan nggak nyaman. Harus bersama-sama. Kita pun sudah pergi berlibur ke banyak tempat. Mulai dari wisata alam, wisata rohani sampai wisata kuliner. Mulai dari Bali, Lampung, Bangka Belitung, Singapura, Malaysia, Green Canyon (Ciamis), Jogjakarta, Nusa Kambangan dan masih banyak lagi. Selain liburan besar seperti itu, hampir sebulan sekali kita pasti ketemu. Entah itu nonton bareng, makan bareng ato nginep di salah satu rumah (ini sih cuma anak-anak doang).

Ohya, Pamali pun memiliki kesamaan yang luar biasa kalau menurut gue. Apa aja? First, ulang tahun perkawinan orangtua gue, Om Hengky-Tante Lia dan Om Hari-Tante Ana sama-sama berada di Bulan November. Second, ulang tahun gue, Aris, Ryan, Frans, Om Hengky, Om Hari dan bapak gue (semua laki-laki di grup kami) sama-sama berada di bulan April!

Gue kalo liburan nggak akan pernah mau kalau cuma sendiri, minimal harus bersama grup Pamali ini :v

IMG_0994IMG_0963

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s