Talk Without Phone

Teknologi zaman sekarang sudah berkembang sangat pesat. Dulu komputer yang berupa mesin segede satu kamar sekarang bisa dipegang dan disimpan di dalam kantong celana jeans. Dari ukuran aja sudah banyak berubah, gimana aspek yang lain?

Ngomongin soal teknologi, ada sebuah kata pepatah berbunyi, “Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh”. What does it refer to? Mobile phone. Do PC or game consoles count? Absolutely. Tidak ada yang bisa membatah pepatah tersebut karena kebenarannya yang tidak bisa dimanipulasi dari realitas kehidupan (halah bahasanya..).

Kalau lu adalah tipikal orang yang suka jalan bareng or hangout or nongkrong or sekedar ketemu bareng sama temen-temen lo, mungkin lu pernah mengalami yang namanya, “Dilupakan karena Si Kecil”. Misalnya lu ketemuan dengan lima orang temen lo, hape lu ditinggal di rumah dan ternyata keempat teman lo ini malah sibuk main hape mereka sendiri-sendiri… dan lu? Lu ‘dipaksa’ mantengin tuh anak bereempat main hape karena lu sendiri ga bawa hape. Sakit ga rasanya? Kehadiran lu di situ sebagai manusia, sebagai human being, sebagai seorang ‘TEMAN’ digantikan oleh sebuah benda buatan manusia berukuran kecil yang tak bisa bicara……. or does it?

Untung gua dibesarkan di masa kanak-kanak yang indah, di mana taman dijadikan tempat bermain, lari-larian sampe maghrib dan ga pernah menyentuh atau memegang yang namanya hape serta ga punya pikiran untuk bahkan memilikinya. Lah sekarang? Taman sepi, anak SD ga ada yang lari-larian… sepi. Mereka semua jadi ‘anak rumahan’. Why go outside when you can talk to your friends using the Internet?

Semua orang tua di dunia harus well-aware dengan masalah ini. Dengan memberikan anak anda yang sudah ngerengek minta hape apa yang mereka inginkan ga menghentikan tugas anda sebagai orang tua. Jangan sampai hape membuat mereka menjadi kurang bersosialiasasi.

Orang tua zaman dulu selalu marah-marah ke anak mereka gara-gara ga pulang padahal sudah maghrib. Zaman sekarag? Orang tua marah-marah ke anak mereka gara-gara mereka ga keluar dari ‘tempat persembunyian’ mereka selama 6 jam penuh.

Jika lu adalah tipe orang yang bermain hape saat kumpul-kumpul bareng temen-temen lo, ask yourself this. Would it be more fun if we talk freely instead of doing our own business? Kalau lu bisa ngobrol puas di kelas, ketawa-ketiwi bareng temen-temen, bercanda bareng, kenapa lu harus main satu round di Line Let’s Get Rich? Kenapa lu masih pura-pura ngediemin temen lu yang jaraknya ga lebih dari satu meter dari lo?

Masalah anak sekarang yang lain mengenai hal ini, ke manapun anak diajak liburan atau pergi, hape menjadi bahan hiburan utama. Kalau gitu, ngapain pergi? Put your phone and enjoy your surroundings!

Put it… and enjoy life with no technology :v

Advertisements

One thought on “Talk Without Phone

  1. Disamping memberi batasan penggunaan gadget kpd anak2, sy coba trik ini… paket kdng sngja ga diisi, speedy & indovision dimatiin dlm jngka wktu trtentu (awalnya sbnrnya boke, hehe). Tp dgn bgitu anak2 dpt sjenak melupakan teknologi. Mereka asik pecicilan dan lari2an, lebih sehat & kreatif.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s